Kamis, 11 April 2013
Belajar...
Pernah gak merasa ingin mempunyai keahlian tapi susaaahh banget atau mungkin lebih tepatnya malas untuk memulai. atau waktu melihat orang lain bisa begitu istiqomah dalam amal dan ibadanya. misal rajin tahajud, banyak hapalan Al Quran, puasa sunahnya juga gak pernah bolong, dll kemudian muncul pertanyaan dalam hati gimana ya caranya?apa ya tipsnya?atau ada gak ya cara instan biar cepet bisa seperti itu..yg ini pasti gak mungkin ada hehehe...
Harus diakui saya sendiri sering banget muncul pikiran-pikiran diatas, padahal sebenarnya tidak ada sesuatu yg instan di dunia ini. walaupun Allah SWT bisa berkata kun fayakun, dalam penciptaan Nya tidak lupa Allah menciptakan juga prosesnya sebagai pelajaran bagi manusia. Misalnya penciptaan Bumi untuk bisa dihuni saja berproses jutaan taun lebih,penciptaan manusia berproses selama 9 bulan, bahkan mie instan pun dalam proses pembuatan seperti penentuan seperti apa rasanya, bahan2nya, survey selera masyarakat, dll tidak mungkin se instan penyajiannya. Begitu juga dalam proses beriman juga melalui proses, yg awalnya kita sholat/puasa karena iming-iming hadiah dari orang tua kita lama-lama kita belajar keikhlasan dan akhirnya bisa sholat/puasa tanpa memikirkan lagi balasan yang akan kita terima.
Seringkali yang kita lihat adalah hasil saat ini, padahal untuk mencapai hasil pasti diperlukan proses. Kita kagum dengan seorang lionel messi yang bisa dribel bola seakan-akan ada mata di kakinya dan kita mau seperti dia dengan hanya menonton pertandingannya tanpa melihat latihan apa saja yang sudah dia lakukan sejak dia kecil, niscaya kita tidak akan pernah bisa seperti dia.
Seringkali kita mendengar bahwa keahlian adalah bakat turunan, keahlian adalah anugrah khusus yang Allah berikan kepada seseorang, atau mungkin rekan sekalian pernah mendengar "ah sudah takdir saya jadi orang susah.", "saya mah nerima saja apa yang ada."
Apa benar keahlian atau apa yang kita dapat saat ini adalah warisan dari orang tua kita?? menurut saya sih pendapat itu kurang tepat, mungkin yg lebih tepat adalah apa yang kita dapat saat ini adalah hasil pilihan kita yang kita lakukan berulang-ulang dari kecil sehingga membentuk kebiasaan yang bekerja secara tidak sadar. Nah pilihan yang kita buat pada saat kecil tentu ada pengaruh dari pendidikan dari orang tua kita.
pasti akan berbeda antara anak yang biasa di ceritakan 'kancil pencuri mentimun dengan' dengan yang biasa di ceritakan kisah-kisah kepahlawanan heroik Rasulullah SAW dan Sahabatnya. Jadi untuk para orang tua ber hati-hati lah dalam menyampaikan sesuatu kepada anaknya karena bisa jadi itu menentukan masa depan anak kita. by the way masalah anak ini sebenarnya saya belum pantas untuk membicarakannya karena saya sendiri belum punya hehehe..tapi mudah-mudahan bisa menjadi cambuk bagi saya dan istri untuk terus belajar mempersiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik.
Pernah mendengar " today is yesterday, tomorrow is today " ? maknanya kira-kira apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari apa yang kamu lakukan kemarin dan apa yang terjadi besok adalah hasil dari apa yang kamu lakukan hari ini. kesimpulannya kalau kita mau masa depan yang baik maka lakukanlah hal-hal yang baik dan lakukan kebiasaan baik itu berulang-ulang sampai jadi kebiasaan.Sama halnya dalam proses mempelajari sesuatu. Mungkin awalnya berat tapi kalau sudah sering dan biasa maka semua itu akan berjalan dengan otomatis dan ringan. Mari kita mulai dari yang kecil, lakukan hari ini dan lakukan berulang-ulang.. Semangatttt..!!!!
Sumber : How to Master Your Habbits @felixsiauw
Langganan:
Postingan (Atom)