Jumat, 30 Maret 2012

Konfigurasi DSLAM Zyxel IES 5005

Trouble shooting pelanggan dari DSLAM Zyxel IES 5005
Untuk melakukan trouble shooting kita harus paham terlebih dahulu tentang konfigurasi akses mulai dari modem di pelanggan sampei ke router PE. Untuk artikel ini konfiguras yang digunakan adalah seperti ini
Modem==>DSLAM==>SWITCH==>Router PE
Kapasitas pelanggan untuk DSLAM 5005 adalah 48 pelanggan dalam 1 modul SLC. Setiap pelanggan dibedakan berdasarkan VLAN. Jadi agar layanan dapat berjalan Vlan pelanggan harus di allow mulai dari port pelangan di DSLAM sampai router PE.
Untuk pengecekan bisa dimulai dari PE atau bisa dari DSLAM. Dalam pembahasan ini kita akan mulai dari PE
Kasus ada pelanggan dengan vlan 768 yang aktif di RouterPE
Telnet ke RouterPE
ROUTERPE#sh int des | in 768 ==> cari pelanggan berdasarkan VLAN
Gi3/3.717 up up VPNIP PUTIH CID 2125717
Gi3/3.768 up up VPNIP PASAR SENEN CID
ROUTERPE#sh int des | in 2125738 ==> cari pelanggan berdasarkan CID
Gi3/3.738 up up VPNIPCID 2125738
Untuk mengetahui konfigurasi di interface tersebut gunakan command:
ROUTERPE#sh run int Gi3/3.768
Building configuration...
Current configuration : 314 bytes
interface GigabitEthernet3/3.768
description VPNIP
bandwidth 64
encapsulation dot1Q 768
ip vrf forwarding V111:Bank_Kotan ==>nama VRF
ip address 46.45.46.1 255.255.255.0 ==>IP Interface PE sbg gateway di pelanggan
service-policy input rate_limit_64K
service-policy output rate_limit_64K
end
dari hasil diatas dapat dilihat IP yang digunakan sebagai gateway di pelanggan adalah 46.45.46.1
IP address di pelanggan bisa mulai dari 46.45.46.2 - 46.45.46.254 (berdasarkan subnetnya)
Untuk melihat IP yg digunakan oleh pelanggan gunakan command berikut
ROUTERPE#sh ip arp vrf V111:Bank_Kotan | in 3/3.768 ==> filter berdasarkan interfacenya, artinya ARP yg mau dilihat adalah ARP di interface yg pelanggan yg dimaksud. Nama vrf ambil dari seting di interfacenya
Internet 46.45.46.1 - 001d.7083.4e80 ARPA GigabitEthernet3/3.768=>IP interface PE
Internet 46.45.46.9 0 0023.7d4a.1226 ARPA GigabitEthernet3/3.768=>IP CE
Internet 46.45.46.10 20 001b.78eb.b528 ARPA GigabitEthernet3/3.768=>IP CE
Internet 46.45.46.91 4 001b.211b.26f2 ARPA GigabitEthernet3/3.768=> IP CE
Internet 46.45.46.114 2 0021.859a.58f9 ARPA GigabitEthernet3/3.768=> IP CE
Internet 46.45.46.115 10 0021.859a.59b2 ARPA GigabitEthernet3/3.768=> IP CE
Internet 46.45.46.131 0 0021.859a.55ee ARPA GigabitEthernet3/3.768 => IP CE
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa IP di pelanggan yg terbaca di PE ada 6 IP , kemungkinan di pelanggan menggunakan hub atau switch setelah modem.
Dengan kondisi diatas artinya koneksi dari PE ke CE sudah ok untuk membuktikannya lakukan tes ping ke salah satu IP CE seperti dibawah ini
ROUTERPE#ping vrf V111:Bank_Kotan 46.45.46.9 ==> ping ke salah satu IP CE
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 46.45.46.9, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/3/4 ms
Kalau ARP di PE incomplete, missal ketika masukan command sh ip arp vrf V111:Bank_Kotan | in 3/3.768 hasilnya adalah seperti dibawah ini
ROUTERPE#sh ip arp vrf V111:Bank_Kotan | in 3/3.768
Internet 46.45.46.1 - 001d.7083.4e80 ARPA GigabitEthernet3/3.768=>IP interface PE
Internet 46.45.46.9 incomplete ARPA GigabitEthernet3/3.768=>IP CE
Artinya Perangkat CE blum terbaca di PE, kalo sudah terbaca mac address CE akan terbaca di PE.

Ada beberapa hal yg harus di perhatikan kalau ARP incomplete
1. Pastikan IP di CE sudah sesuai (1 segment) dengan PE
2. Tanyakan konfigurasi di pelanggan, apakah langsung terhubung dengan router/PC atau lewat hub/switch dulu sebelum ke pc client
3. Kalo lewat hub/switch dulu coba di restart dulu hub/switch nya. Sarankan juga untuk coba bypass langsung ke 1 PC/laptop
4. Kalau masih belum bisa juga coba masuk ke Switch untuk segmentasi gangguan

Pengecekan di Switch
Telnet ke SW-PE, masukan command
SW-PE#sh vlan id 768 => melihat vlan 768 sudah ada di sw belum
VLAN Name Status Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
768SENEN active Fa0/6, Gi0/1, Gi0/2
VLAN Type SAID MTU Parent RingNo BridgeNo Stp BrdgMode Trans1 Trans2
---- ----- ---------- ----- ------ ------ -------- ---- -------- ------ ------
768 enet 100768 1500 - - - - - 0 0
Dari hasil diatas vlan 768 sudah ada di SW-PE, perlu di ketahui walaupun vlan sudah ada di switch belum tentu sudah di allow di interface yang ke arah dslam.
Untuk pengecekan apakah vlan sudah di allow di interface yg kea rah DSLAM cari dulu interface di SW yg kearah DSLAM
SW-PE#sh int des | in DSL=>cari interface kea rah DSLAM
Fa0/6 up up DSLAM => interface kea rah DSLAM
Fa0/11 up up DSLAM#1
Fa0/13 up up DSLAM#2
Fa0/15 up up DSLAM ZYXEL SA2
Fa0/17 up up NMS_DSLAM SA JKT 2
Fa0/19 up up MINIDSLAM ZTE LAB SA
Karena pelanggan ada di DSLAM kita cek vlan 768 di interface Fa0/6 dengan command
SW-PE#sh run int fa0/6
Building configuration...
Current configuration : 356 bytes
interface FastEthernet0/6
description DSLAM
switchport trunk encapsulation dot1q
switchport trunk allowed vlan 602,603,608,618,711,717-719,721,724-727,729-741
switchport trunk allowed vlan add 746,747,750-755,758,760,762,763,765,766,768  vlan 768 udah ada
switchport trunk allowed vlan add 770-772,775-778,801,805,851-857,860,875,881
switchport mode trunk
end
Kalau vlan 768 blm ada berarti harus di create di interface tersebut. Jika sudah ada tapi blm bisa konek cek mac address CE sudah terbaca blm di switch caranya sbb
SW-PE#sh mac-address-table dynamic vlan 768
Mac Address Table
-------------------------------------------
Vlan Mac Address Type Ports
---- ----------- -------- -----
768 001b.211b.26f2 DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
768 001b.78eb.b528 DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
768 001d.7083.4e80 DYNAMIC Gi0/1 => mac address dari arah PE
768 0021.859a.55ee DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
768 0021.859a.58f9 DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
768 0021.859a.59b2 DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
768 0023.7d4a.1226 DYNAMIC Fa0/6 => mac address dari arah CE
Total Mac Addresses for this criterion: 7
Dari hasil diatas terlihat mac sudah terbaca dari arah PE dan CE. Kok tau dari PE ??kita lihat saja deskripsinya dengan cara:
SW-PE#sh int des | in Gi0/1
Gi0/1 up up TRUNK TO ROUTERPE Interface Gi0/1 dari arah PE
Kalo mac yang terbaca dari arah PE aja berarti harus cek juga di dslam nya :)















Trouble shooting untuk DSLAM zyxel IES 5005
Cek di nms apakah modem bisa di ping???
Kalo tidak bisa ada 2 kemungkinan, bisa modem tidak konek atau modem di reset jadi seting IP nya hilang :D
Untuk memastikan apakah portnya up atau tidak masuk aja ke DSLAM dengan cara klik kanan di DSLAM pilih tools=>web browser




Masukan user name : asbun
Password:xxxx
Cek portnya, untuk kasus vlan 768 ada di port 37. Caranya pilih statistic sepeti gambar dibawah ini

Setelah klik statistic akan muncul window port statistic, klik modul/slot tempat modem berada. Karena port 37 ada di slot2 maka klik angka 2 seperti gambar diatas, kalo ada di slot 3 klik aja angka 3 nya.
Setelah klik angka 2 maka akan muncul seperti dibawah ini

Dari gambar diatas keliatan kan kalo port 37 nya UP, berarti koneksi fisik dari dslam ke modem udah ok. Kalo down berarti blm konek. Kalo udah up tapi blm pelanggan masih belum bisa menggunakan layanannya coba cek seting secara logicnya.


Klik port kemudian klik pvc sampai muncul PVC setup
Kemudian pilih slotnya. Karena port yg kita cari ada di slot 2 maka langsung klik load
Kemudian pilih portnya yaitu port 37.setelah di pilih port 37 jangan lupa klik load.
Setelah di load akan muncul gambar seperti dibawah ini

Terlihat bahwa vlan 768 sudah di create di port dslam.
Bagaimana kalau blm ada? Kita tinggal buat vlan baru saja
caranya masuk ke menu vlan, untuk memudahkan mencari apa vlan 768 udah ada atau blm, pada menu “show VID from “isi 768 to 768 kemudian klik apply. Jika sudah ada akan muncul seperti gambar dibawah ini.


Kalo sudah ada tinggal di pasang saja di pvc nya. Caranya??sabar ya, sekarang kita lihat dulu cara tambah vlan … :)
Kalau tidak ada maka tinggal ditambahkan saja. Caranya
1. Masuk ke menu vlan
2. isi nama pelanggan pada bagian name

3. isi vlan nya di bagian VID


4. Jangan lupa di enable

5. Tag nya di centang semua


6. Up1 dan up2 di buat fix

7. Jangan lupa di apply
Setelah di apply vlan sudah siap untuk dipasang di port. Caranya ? masuk lagi ke menu port=>PVC
masukan vpi/vci nya 1/34 dan pada bagian pvid diisikan vlannya 768. Yang lainnya di biarkan saja. Kemudian di apply. Hasilnya seperti gambar dibawah ini



JANGAN LUPA UNTUK SAVE KONFIGURASI SETELAH SELESAI SETING
Nah setelah langkah2 diatas sudah dipastikan seting di DSLAM sudah benar. Sekarang cek mac address CE kebaca tidak di DSLAM. Caranya seperti ini
1. Masuk ke menu statistics , stelah itu klik di bagian mac table


2. Isi Vid dengan vlan pelanggan, untuk kasus ini 768 kemudian klik refresh


Pada gambar diatas Nampak sudah muncul port Up1 dan 2-37, artinya apa ya..??begini ceritanya
1. Up1 adalah mac dari arah PE dan Switch
2. 2-37 adalah mac dari arah modem dan CE
Intinya adalah :
• Kalau sudah dapet dari port Up1 dan port tempat modem terpasang artinya koneksi dari PE sampai CE sudah OK.
• Kalau hanya dapat dari arah Up1 dan seting DSLAM sudah dipastikan benar berarti ada masalah koneksi modem ke CE.Pastikan interface LAN di modem UP dan sarankan baypass ke 1 pc/laptop
• Kalau hanya dapat dari arah port pelanggan, cek lagi di SW nya. Pastikan vlan sudah di allow di SW
Bagaimana kalau semua sudah benar tapi mac address CE tidak terbaca juga di DSLAM?
Hal ini bisa juga di sebabkan ada seting modem yg kurang. Untuk pengcekan kita bisa masuk kemodem pelanggan lewat NMS
Pengecekan seting modem

Klik kanan pada gambar modem yg ingin kita lihat. Pada bagian tools pilih connect telnet. Jika diminta password masukan Telkomjkt
Setelah itu akan muncul seperti ini

Modem berfungsi sebagai bridge saja, maka harus dipastikan seting bridgingnya sudah di aktifkan. Seting bridge ada di menu 1 dan 11
Masukan 1 pada Enter menu Selection Number kemudian enter

Pastikan route IP = yes, Bridge = yes
untuk merubah gunakan spasi
Kalau sudah yes keduanya tekan Esc untuk kembali ke menu awal

Masukan angka 11 pada Enter menu Selection Number kmudian tekan enter

Menu 2 dengan label vpn_ip adalah untuk layanannya sedangkan menu 1 dengan label Telkom adalah untuk management
Pastikan menu 2 untuk layanan. Masukan angka 2 pada Enter Node to edit kemudian enter
Akan muncul seperti ini


• Pastikan pada bagian Active : yes
• Encapsulation = RFC 1483
• Multiplexing= LLC-based
• Route=None
• Bridge=Yes
• Edit ATM Options ubah ke yes kemudian enter

Pastikan VPI = 1, VCI = 34
Kemudian enter2 terus sampai kembali ke menu 11.1
• Kemudian enter2 terus sampai kembali ke menu 11
Seting untuk bridging sudah selesai tinggal pastikan port Ethernet di modem yg ke arah CE sudah up
Untuk melihatnya dari menu awal

Masukan 24 kemudian enter, muncul seperti ini

Masukan kembali angka 1 kemudian enter


Pastikan Ethernet status sudah up (100M/Full Duplex) kalau masih blm konek status nya down
Seharusnya kalau semua seting DSLAM sudah dan modem ok layanan sudah bisa digunakan








Kasus Jaringan Akses Jelek
Ada kasus semua seting sudah benar, koneksi dari modem ke CE juga sudah ok tapi DSL di modem off. Rekan rekan di jaringan sudah gonta ganti primer/skunder tapi tetap saja tidak mau up juga…
Kalo seperti ini, coba cek bandwidth pelanggan. Pastikan bandwidth pelanggan sesuai dengan profil port dslam nya. Misal bandwidth pelanggan adalah 64 Kbps aktif di slot 2 port 1 DSLAM
Coba cek profil port DSLAM aktif dengan profil apa
Caranya seperti ini:
Masuk ke menu port=>SHDSL seperti gambar dibawah ini

Setelah terbuka menu SHDSL Port Setup coba liat bagian SHDSL Profile. Terlihat profil port nya adalah speed_256.
Untuk merubahnya tinggal pilih saja dari profil yang sudah dibuat. Profile port dslam minimal adalah 192 Kbps, jadi jika bandwidth pelanggan 64 dan dengan profil 256/defval tidak mau up juga modemnya maka pilih bandwidth minimal seperti dibawah ini

Jangan lupa klik apply setelah memilih profil yang diinginkan
Bagaimana kalau profil yang kita inginkan tidak ada? Gampang, tinggal buat saja sendiri profilnya
Caranya seperti ini :
1. Masuk ke menu profil => SHDSL seperti gambar dibawah ini

2. Buat nama profil pada bagian Name, ingat jangan pakai spasi ya…

3. Isi Max Rate sesuai dengan bandwidth pelanggan. Misal pelanggan pake bandwidth 256 isi max rate nya 256 juga
Pada bagian Min Rate biarkan terisi dengan 192 Kbps


4. Untuk parameter yang lain tidak perlu diubah, langsung klik Apply
5. Sekarang profil sudah siap untuk digunakan di port yang diinginkan

Kesimpulannya :
1. Pastikan VLAN sudah di allow di setiap element jaringan. Mulai dari DSLAM, Switch, Router PE
2. Gunakan profil port DSLAM sesuai bandwidth yang dibutuhkan pelanggan untuk mengantisipasi kualitas jarlok
3. Jika sudah di set sesuai bandwidth pelanggan masih blm Up juga, pastikan port DSLAM tidak rusak dengan simulasi pasang modem di MDF dengan port yang sama
4. Jika gangguannya adalah Delay tinggi , rubah profil port dslamnya diatas bandwidth pelanggan. Misal bandwidth 128 Kbps maka seting portnya gunakan profil 256 Kbps
5. Pastikan seting modem sudah benar
6. Pastikan perangkat pelanggan sudah terhubung dengan baik ke modem
7. Jangan lupa di save setelah melakukan perubahan seting dengan klik config save

Cara Praktis Seting DSLAM HUAWEI 5600 Untuk layanan CC

DSLAM Huawei 5600 mempunyai 16 slot yang terdiri dari 14 slot untuk modul service dan 2 slot untuk controller
Modul service yang digunakan adalah tipe H569ADEE yang bisa di install di slot 0-6 dan 9-16 sedangkan slot 7-8 untuk modul tipe H561SCUB sebagai controller. Modul controller dalam satu DSLAM ada dua yang dimaksudkan sebagai backup dimana jika salah satu modul fail makan fungsinya akan di alihkan ke modul lainnya. Status modul aktif di dalam DSLAM 5600 sebagai berikut
DSLAM5600#display board 0
-------------------------------------------------------------------------
SlotID BoardName Status SubType0 SubType1
-------------------------------------------------------------------------
0 H569ADEE Normal
1 H569ADEE Normal
2 H569ADEE Normal
3 H569ADEE Normal
4 H569ADEE Normal
5 H569ADEE Normal
6 H569ADEE Normal
7 H561SCUB Active_normal O2GS ==> modul aktif
8 H561SCUB Standby_normal O2GS ==>Modul cadangan dengan status standby
9 H569ADEE Normal
10 H569ADEE Normal
11 H569ADEE Normal
12 H569ADEE Normal
13 H569ADEE Normal
14 H569ADEE Normal
15 H569ADEE Normal
-------------------------------------------------------------------------
Dalam satu modul H569ADEE terdiri dari 64 port, modul H561SCUB juga di gunakan sebagai modul uplink ke arah Metro E sebagai agregator dengan kapasitas maksimal 1 Gbps per port nya.
Di dalam pemodelan OSI layer DSLAM bekerja di layer 2 dimana DSLAM menggunakan mac address dari suatu perangkat yang terhubung dengannya untuk meneruskan paket. Setiap ada perangkat yang terhubung ke satu port DSLAM maka port tersebut akan learning mac address dari perangkat yang konek tersebut. Setelah itu mac address akan di catat dalam mac address table sebagai database. Untuk layanan DATIN corporate customer, setiap customer dalam satu DSLAM di bedakan berdasarkan VLAN. Dengan adanya VLAN maka database mac address akan di catat berdasarkan VLAN sehingga perangkat yang konek ke port dengan VLAN yang berbeda tidak akan dapat berkomunikasi.

CARA KONFIGURASI DSLAM 5600
Dalam artikel ini DSLAM yang akan di seting adalah DSLAM yang sudah berjalan untuk layanan Speedy jadi kita hanya akan membahas konfigurasi untuk layanan DATIN corporate customer. Untuk layanan corporate customer di dalam satu port DSLAM terdapat dua link virtual yang di sebut PVC yang terdiri dari PVC service dan PVC manajemen modem.Setiap PVC mempunyai ID yang unik yang disebut VPI dan VCI. Kita asumsikan untuk PVC service menggunakan VPI 1 VCI 34 sedangkan PVC manajemen menggunakan VPI 0 VCI 33. Agar layanan DATIN dapat berjalan di dalam DSLAM perlu di seting beberapa hal berikut
1. Konfigurasi VLAN
Kita asumsikan untuk vlan service adalah 3210 dan vlan manajemen adalah 30. Caranya adalah sebagai berikut
1.1 Masuk ke mode konfig
DSLAM5600#config
DSLAM5600(config)#

1.2 Buat VLAN service dan manajemen, tipe vlan yang digunakan adalah smart agar dapat di pasang di dalam service port
DSLAM5600(config)#vlan 3210 smart
DSLAM5600(config)#vlan 30 smart
1.3 membuat deskripsi VLAN
DSLAM5600(config)#vlan desc 3210 description vlan_service
DSLAM5600(config)#vlan desc 30 description vlan_manajemen
2. Konfigurasi Port Dengan VLAN
2.1 Pasang Vlan di port Uplink DSLAM, port uplink DSLAM bisa ada di slot 7 atau slot 8 pada artikel ini kitas asumsikan uplink ada di slot 7
DSLAM5600(config)#port vlan 3210 0/7 0
DSLAM5600(config)#port vlan 30 0/7 0
2.2 Tentukan traffic table yang akan digunakan, traffic table adalah profil speed yang digunakan dalam PVC. Yang kita ambil adalah TID yang sesuai dengan speedy yang dibutuhkan. Untuk speed dapat di lihat dari kolom CAR(Kbps). Traffic profil ini berbeda dengan line-profil yang dipasang di port fisik sehingga traffic profil tidak membebani jaringan karena di pasang bukan di port fisik tapi di link virtual. Jika diambil contoh kasus adalah sebagai berikut, suatu link dengan line-profil 384Kbps dan traffic table 2048Kbps bandwidth yang didapat oleh customer adalah 384kbps.Sebaliknya dengan line-profil 2048Kbps dan traffic table 384Kbps maka bandwidth yang di dapat customer 384Kbps. Untuk Kasus DSLAM penyesuaian profil di lakukan tujuan utamanya bukan untuk membatasi bandwidth customer tapi untuk menyesuaikan dengan kondisi jaringan tembaga yang digunakan jadi yang perlu di sesuaikan adalah line-profil. Untuk traffic profil bisa ambil speed terbesar, hal ini untuk menghindari human error ketika ada proses upgrade yang seringkali hanya mengupgrade line-profil saja. Dalam artikel ini kita akan pilih TID 6 (2048Kbps) karena layanan DATIN via DSLAM adalah untuk bandwidth di bawah 2048 Kbps
DSLAM5600#display traffic table from-index 0
{ |to-index }:
Command:
display traffic table from-index 0
Traffic parameters for IP service:
-----------------------------------------------------------------------------
TID CAR(kbps) Priority Pri-Policy
-----------------------------------------------------------------------------
0 64 0 tag-pri
1 128 0 tag-pri
2 256 0 tag-pri
3 384 0 tag-pri
4 512 0 tag-pri
5 1024 0 tag-pri
6 2048 0 tag-pri
7 3072 0 tag-pri
8 4096 0 tag-pri
9 6016 0 tag-pri
10 7168 7 tag-pri
11 8192 7 tag-pri
12 10496 7 tag-pri
13 6144 0 tag-pri
-----------------------------------------------------------------------------
2.3 Pasang VLAN di port akses, port akses di sini adalah port DSLAM tempat modem di pasang.Kita asumsikan port yang digunakan adalah 0/0/0
DSLAM5600(config)# service-port vlan 3210 adsl 0/0/0 vpi 1 vci 34 rx-cttr 6 tx-cttr 6
DSLAM5600(config)# service-port vlan 30 adsl 0/0/0 vpi 1 vci 34 rx-cttr 6 tx-cttr 6
2.4 Verivikasi konfigurasi vlan
DSLAM5600(config)#display vlan 3210
{ |to }:

Command:
display vlan 3210
VLAN ID: 3210
VLAN type: smart
VLAN attribute: common
VLAN description:vlan_service
------------------------------
F/S /P Native VLAN State
------------------------------
0/7 /0 1 up
------------------------------
Standard port number: 1
---------------------------------------------------
Type State F/ S/ P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA
---------------------------------------------------
adl act/up 0/0/0 1 34 - -
---------------------------------------------------

DSLAM5600(config)#display vlan 30
{ |to }:

Command:
display vlan 30
VLAN ID: 30
VLAN type: smart
VLAN attribute: common
VLAN description:vlan_manajemen
------------------------------
F/S /P Native VLAN State
------------------------------
0/7 /0 1 up
------------------------------
Standard port number: 1
---------------------------------------------------
Type State F/ S/ P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA
---------------------------------------------------
adl act/up 0/0/0 0 33 - -
---------------------------------------------------
2.5 Verivikasi konfigurasi port
DSLAM5600(config)#display service-port port 0/0/0
{ |sort-by|autosense }:
Command:
display service-port port 0/0/0
-----------------------------------------------------------------------------
VLAN VLAN PORT F/ S/ P VPI VCI FLOW FLOW RX TX STATE LABEL PRI
ID ATTR TYPE PARA
-----------------------------------------------------------------------------
30 common adl 0/0/0 0 33 - - 6 6 act/up - -
3210 common adl 0/0/0 1 34 - - 6 6 act/up - -
-----------------------------------------------------------------------------
Total : 2 (Up/Down : 2/0)
3 Konfigurasi Line-profil
Seperti telah dibahas di bagian 2.2 line-profil perlu di konfigurasi untuk menyesuaikan kondisi jaringan tembaga yang digunakan dengan bandwidth yang di pesan customer. Semakin besar line-profil yang digunakan maka akan semakin membebani jaringan karena line-profil akan memaksa jaringan untuk bisa up dengan profil yang di tentukan. Jika kondisi jaringan tidak layak maka link menjadi tidak stabil jika di paksakan dengan profil tinggi.Parameter yang digunakan adalah SNR dan Attenuation.
SNR merupakan perbandingan sinyal terhadap noise. Semakin besar nilainya maka akan semakin baik kualitasnya (noise/gangguan kecil). Penyebab noise biasanya dari medan elektromagnetik, seperti perangkat elektrikal di rumah, dll.
SNR Margin lebih merupakan semacam zona buffer yang berfungsi untuk menjaga koneksi agar tidak terjadi fluktuasi SNR yang sering terjadi pada koneksi ADSL. Jika SNR Margin terlalu rendah maka akan berdampak pada kualitas throughput yang lambat bahkan kadang diskoneksi.
Attenuation berkaitan dengan ‘loop loss’ yang terjadi, yaitu pengurangan kekuatan sinyal ADSL. Makin kecil nilainya, maka akan makin baik, dan semakin besar kemungkinan Anda untuk mendapat koneksi lebih cepat. Biasanya kekuatan sinyal sangat dipengaruhi oleh jarak line jaringan dari CPE ke STO. Makin jauh maka semakin mungkin terjadi kehilangan sinyal (nilai attenuation besar).

Berikut ini adalah referensi nilai SNR dan Attenuation yang di ambil dari beberapa sumber
Nilai SNR
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).


Nilai Attenuation
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
Referensi: AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|DSLReports|WebArchive|Wikipedia

3.1 Membuat lineprofil
Untuk memastikan line-profil sesuai dengan bandwidth customer maximal rate dalam line-profil harus dilebihkan 20% dari bandwidth aslinya. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi untuk header yang ditambahkan dalam protocol adsl.Misalkan bandwidth customer adalah 1000Kbps maka max rate dalam line-profil di set 1200kbps.
Yang perlu di perhatikan dalam membuat line-profil adalah sebagai berikut
• Maksimal dan minimal rate, baik untuk downstream dan upstream. Pastikan minimal dan maksimal rate sesuai dengan bandwidth customer dan maksimal rate downstream dan upstream sudah simetris
• Pastikan channel mode yang pilih sudah sesuai. Sebaiknya pilih interleaved karena dalam interleaved ada metode error checking sehingga meminimalisir link tidak stabil yang diakibatkan kondisi jaringan tidak layak.
Kita asumsikan bandwidth customer adalah 1024 Kbps sehingga profil yang kita buat mempunyai maksimal rate 1226 Kbps
DSLAM5600(config)#adsl line-profile add
{ |profile-index<2> }:

Command:
adsl line-profile add
Start adding profile
Press 'Q' to quit the current configuration and new configuration will be
neglected
>¡¡Do you want to name the profile (y/n) [n]:
> Please choose default value type 0-adsl 1-adsl2+ (0~1) [0]:1
> Will you set basic configuration for modem? (y/n)[n]:y
Note: Setting to these mode of G992.3~5 will lead that the adsl ports that are not support adsl2+ not be activated
ADSL transmission mode:
> 0: All (G992.1~5,T1.413)
> 1: Full rate(G992.1/3/5 or T1.413)
> 2: g.lite(G992.2/4) (ADSL over ISDN board doesn't support g.lite mode)
> 3: T1.413(ADSL over ISDN board doesn't support T1.413 mode)
> 4: g.dmt (G992.1/3/5)
> 5: g.hs (G992.1~5, G992.5 is prior)
> 6: G992.1
> 7: G992.2
> 8: G992.3
> 9: G992.4
> 10:G992.5
> 11: ADSL all (G992.1~2,T1.413)
> 12: ADSL&ADSL2(G992.1/3 or T1.413)
Please select (0~12) [0]:
> Trellis mode 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Downstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Upstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Please select channel mode 0-interleaved 1-fast (0~1) [0]:
> Will you set interleaved delay? (y/n)[n]:y
> Maximum downstream interleaved delay(0~255 ms) [16]:
> Maximum upstream interleaved delay(0~255 ms) [6]:
>¡¡Please select form of transmit rate adaptation in downstream:
> 0-fixed 1-adaptAtStartup 2-adaptAtRuntime (0~2) [1]:
> Will you set SNR margin for modem? (y/n)[n]:
> Will you set parameters for rate? (y/n)[n]:y
> Minimum transmit rate in downstream (32~32000 Kbps) [32]:
> Maximum transmit rate in downstream (32~32000 Kbps) [24544]:1226
> Minimum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [32]:
> Maximum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [1024]:1226
Add profile 13 successfully

Dari hasil diatas profil baru sudah berhasil di buat dengan profil index 13. Profil index digunakan sebagai id ketika akan memasang profil di port yang di inginkan.
Untuk melihat hasilnya bisa di lakukan dengan command berikut
DSLAM5600(config)#display adsl line-profile 13
-----------------------------------------------------------------------------

Profile index :13 Name: ADSL LINE PROFILE 13
ADSL transmission mode : All(G992.1~5,T1.413)
Trellis mode : Enable
Upstream channel bit swap : Enable
Downstream channel bit swap : Enable
Channel mode : Interleaved
Maximum downstream interleaved delay(ms) : 16
Maximum upstream interleaved delay(ms) : 6
Target downstream SNR margin(dB) : 6
Maximum acceptable downstream SNR margin(dB) : 31
Minimum acceptable downstream SNR margin(dB) : 0
Target upstream SNR margin(dB) : 6
Maximum acceptable upstream SNR margin(dB) : 31
Minimum acceptable upstream SNR margin(dB) : 0
Downstream SNR margin for rate downshift(dB) : 0
Downstream SNR margin for rate upshift(dB) : 0
Upstream SNR margin for rate downshift(dB) : 0
Upstream SNR margin for rate upshift(dB) : 0
Minimum upshift time in downstream(seconds) : 0
Minimum downshift time in downstream(seconds) : 0
Minimum upshift time in upstream(seconds) : 0
Minimum downshift time in upstream(seconds) : 0
Downstream form of transmit rate adaptation : Adapting at startup
Minimum transmit rate downstream(Kbps) : 32
Maximum transmit rate downstream(Kbps) : 1226
Minimum transmit rate upstream(Kbps) : 32
Maximum transmit rate upstream(Kbps) : 1226
-----------------------------------------------------------------------------
3.2 Memasang Line Profil
Untuk memasang profil di port yang kita inginkan kita perlu non aktifkan port tersebut dan mengaktifkan kembali dengan profil yang sudah kita buat sebelumnya. Format port dalam DSLAM5600 adalah frame/slot/port. Misal port 0/0/0 berarti frame 0 slot 0 port 0

Masuk ke dalam konfig frame/slot
DSLAM5600(config)#interface adsl 0/0

Non aktifkan port
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#deactivate 0

Aktifkan kembali port dengan profil yang telah dibuat
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#activate 0 profile-index 13

Untuk melihat hasilnya gunakan command berikut
DSLAM5600#display adsl port state 0/0/0
----------------------------------------------------------------------
Port Status Line_Profile Alm_Profile Ext_Profile
----------------------------------------------------------------------
0 Activated 13 1 --
----------------------------------------------------------------------
Hasil di atas dapat dilihat bahwa port 0/0/0 status aktif dengan line profil 13

3.3 Melihat SNR dan attenuation

DSLAM5600#display line operation port 0/0/0
It will take several minutes, and console may be timeout, please use command idle-timeout to set time limit
Are you sure to continue? (y/n)[n]:y

DSLAM5600#
----------------------------------------------------------
Channel mode : Interleaved
Power management mode : L0
Downstream channel bit swap : Disable
Upstream channel bit swap : Disable
Trellis mode : Enable
Standard in port training : G992.5-Annex A
Downstream channel rate(Kbps) : 1200
Downstream max. attainable rate(Kbps) : 20160
Downstream channel SNR margin(dB) : 44.3
Downstream interleaved channel delay(ms) : 6
Downstream channel attenuation(dB) : 5.0
Downstream total output power(dBm) : 14.7
Upstream channel rate(Kbps) : 885
Upstream max. attainable rate(Kbps) : 884
Upstream channel SNR margin(dB) : 16.0
Upstream interleaved channel delay(ms) : 6
Upstream channel attenuation(dB) : 3.1
Upstream total output power(dBm) : 9.9
----------------------------------------------------------

3.4 ADSL2+ Annex M
Untuk bandwidth diatas 1.4 Mbps kita perlu melakukan konfigurasi tambahan pada line profil terutama untuk menyesuaikan upstream rate. Secara default DSLAM 5600 beroperasi pada mode annex A yang hanya support upstream 1.4 Mbps. Untuk mengatasi masalah itu kita bisa menambahkan external line profil di port dengan mode annex M. Sesuai standar ITU-T G.992.5 Annex M support hingga 3.3 Mbps untuk upstream. Tentu saja modem yang digunakan harus punya spesifikasi ADSL2+ annex M.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat external line profil adalah transmission mode dan annex type. Berikut adalah contoh konfigurasi untuk membuat external line profil
DSLAM5600(config)#adsl extline-profile add
{ |profile-index<1> }:

Command:
adsl extline-profile add
Start adding profile
Notes: If pilot tone is included in the forbidden tones ,the link may not be activated
When port activated with annexA in mode G992.1, 64tone is pilot
When port activated with annexB in mode G992.1, 96tone is pilot
Press 'Q' to quit the current configuration and new configuration will be
neglected
>¡¡Do you want to name the profile (y/n) [n]:
> Will you configure the disabled tone? (y/n)[n]:
> Will you configure the minimum INP in downstream? (y/n)[n]:
> Will you configure the minimum INP in upstream? (y/n)[n]:
> Will you configure the maximum PSD mask in downstream? (y/n)[n]:
> Warning: The configuration of transmission mode in extline-profle will
replace the one configured in line-profile when the transmission mode is enabled!
> Will you enable the transmission mode?(y/n)[n]:y
ADSL transmission mode in standard :
> 1: G992.1 2: G992.2 3: G992.3 4: G992.5 5: T1.413
> Please input the standard possible in use(1-5)[1,3-4]:4
ADSL annex type :
> 1: Annex.A 2: Annex.B 3: Annex.L 4: Annex.M
> Please input the Annex possible in use(1-2,4)[1-2,4]:4
> Will you configure the L2 parameter?(y/n)[n]:
Add profile 2 successfully

Untuk melihat hasilnya adalah sebagai berikut
DSLAM5600(config)#display adsl extline-profile 2
------------------------------------------------------------------
Profile Index : 2 Name: ADSL EXTLINEPROFILE 2
Minimum INP in downstream(DMT Symbol) :auto
Minimum INP in upstream(DMT Symbol) :auto
Maximum PSD mask in downstream(-dBm/Hz) :40
ADSL transmission mode in standard :G992.5
ADSL annex type :Annex.M
L2 mode state :disable
Minimum L0 time(s) :-
Minimum L2 time(s) :-
L2 interval power(db) :-
L2 total power(db) :-

3.5 Memasang external line profil
Sebelum memasang external line profil pastikan modem yang terpasang sudah di seting dengan mode annex all atau dibuat manual annex M.

Masuk ke konfigurasi frame/slot
DSLAM5600(config)#interface adsl 0/0

Pasang profil pada port yang diinginkan
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#extline-config 0 profile-index 2

4. Pengecekan Mac Address
Untuk melihat apakah suatu layanan sudah berjalan baik bisa dilihat dari mac address table yag terbentuk per VLAN customer. Jika mac address dari perangkat customer (CE) dan perangkat provider(PE) sudah tercatat dalam mac address table DSLAM maka CE sudah dapat berkomunikasi dengan PE.
DSLAM5600#display mac-address vlan 3210
------------------------------------------------------------------------------
Type MAC MAC Type F /S /P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA VLANID
------------------------------------------------------------------------------
eth 001c-b0c8-8180 dynamic 0 /7 /0 - - - - 3210
adl 001b-d40f-a4f1 dynamic 0 /0/0 1 34 - - 3210
------------------------------------------------------------------------------
Jika mac address dari arah port 0/0/0 belum tercatat berarti ada masalah dengan koneksi dari DSLAM ke arah CE, bisa DSLAM ke modem atau modem ke CE
Jika mac address dari arah port 0/7/0 belum tercatat berarti ada masalah dengan koneksi DSLAM ke arah uplink. Masalah bisa terjadi dari koneksi DSLAM ke agregator( Metro E) atau koneksi aggregator ke PE.
5. Konfigurasi Tunnel Untuk Protokol Routing RIP dan OSPF
Ada beberapa corporate customer yang menggunakan protokol routing dinamik seperti RIP dan OSPF. Protokol-protokol routing ini menggunakan paket multicast untuk update routingnya. Supaya DSLAM Huawei 5600 dapat melewatkan paket multicast tersebut perlu di buat tunnel untuk setiap protokol routing. Konfigurasinya adalah sebagai berikut
Cek status tu1nnel
DSLAM5600#display ospf tunnel vlan 3210
ospf tunnel is off
DSLAM5600#display rip tunnel vlan 3210
rip tunnel is off

Mengaktifkan Tunnel OSPF dan RIP
Masuk ke glogal config kemudian masukan command berikut
DSLAM5600(config)#ospf tunnel enable vlan 3210
DSLAM5600(config)#rip tunnel enable vlan 3210

Cek status RIP dan OSPF tunnel
DSLAM5600#display ospf tunnel vlan 3210
ospf tunnel is on
DSLAM5600#display rip tunnel vlan 3210
ospf tunnel is on